Liputan Khusus

Menggunakan Aplikasi Pemilu Secara Luas dan Berkelanjutan

0

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyelenggarakan Pilkada Banten Apps Challenge 2016 di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Banten (17/12). Lomba aplikasi pemilu kelima di Indonesia ini melanjutkan tradisi positif demokrasi digital Indonesia. Para pemangku kepentingan kepemiluan berharap semua karya lomba aplikasi digital pemilu digunakan luas dan berkelanjutan dari pemilu sebelumnya dan berikutnya.

Ketua KPU Banten, Agus Supriyatna mengatakan, sebagai penyelenggara pemilu KPU Banten berperhatian untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas Pilkada Banten 2016. Melibatkan pemilih muda yang akrab dengan teknologi digital untuk membuat aplikasi pemilu akan membuat Pilkada Banten menggembirakan dan mendidik.

KPU Banten akan menyempurnakan aplikasi yang dihasilkan untuk disosialisasikan dan digunakan lebih luas kepada pemilih Pilkada Banten,” kata Agus Supriyatna pada penutupan acara di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Banten (17/12).

img_20161217_173008

Para juara Pilkada Banten Apps Challenge 2016 (17/12)

Direktur eksekutif Perludem, Titi Anggraini mengatakan, secara khusus Perludem mengapresiasi komitmen kuat KPU Banten yang berinisiatif ingin menyelenggarakan Pilkada Banten Apps Challenge 2016. Ini melanjutkan kolaborasi positif antara penyelenggara pemilu sebagai representasi pemerintah dengan masyarakat sipil.

“Tanpa sinergi KPU dan strukur nasionalnya, keterbukaan dan transparansi data kepemiluan tak akan cepat diwujudkan. Perlombaan membuat keterbukaan ini mendorong partisipasi dan habit penggunaan data yang lebih luas,” kata Titi.

Aplikasi pemilu berkelanjutan

Sukses Pilkada Banten Apps Chalenge 2016 ini berarti KPU bersama Perludem telah lima kali menyelenggarakan lomba aplikasi pemilu di Indonesia. Ini bentuk pelestarian tradisi keterbukaan data digital (open data) kepemiluan yang positif.

Berdasar data pemilu dalam API Pemilu, Perludem pertama kali menyelenggarakan Hackathon: Code for Vote untuk memproduksi aplikasi digital Pemilu Legislatif 2014. Diselenggarakan di Bandung pada Maret 2014, sebanyak 200 kelompok developer turut andil dan menghasilkan 40 aplikasi.

Kemudian, tiga bulan setelah itu KPU RI meluncurkan program serupa yang disebut API KPU. Pada Juni 2014, KPU RI bersama Perludem menyelenggarakan code for vote 2.0 menggunakan API KPU di Jakarta menghadapi Pilpres 2014. Kesuksesan penyelenggaraan Pilpres 2014 di bawah tekanan tinggi dan terbelahnya keberpihakan publik serta serta hasil survei yang partisan, tidak terlepas dari tingkat kepercayaan publik terhadap hasil pemilu.

whatsapp-image-2016-12-08-at-2-27-39-pmSukses open data dan aplikasi pemilu di tingkat nasional diteruskan di tingkat lokal. KPU Kota Surabaya menyelenggarakan code for vote 3.0 untuk Pemilu Wali Kota Surabaya 2015 bersama  code for vote 4.0 oleh KPU RI untuk Pilkada Serentak 2015 di 269 daerah.

Dunia mengakui capaian keterbukaan pemerintahan di bidang kepemiluan itu dengan pemberian Silver Open Government Award kepada Perludem di Paris, Perancis (7/12). Open Government Partnership sebagai pemberi penghargaan menilai telah tercipta keterbukaan pemerintah yang didorong oleh Perludem sebagai representasi masyarakat sipil kepada KPU.

Deputi Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan, penting bagi pemangku kepentingan pemilu mensosialisasikan. “Selain itu, diharapkan ada keberlanjutan aplikasi pemilu ini untuk pemilu-pemilu berikutnya,” kata Ninis.

Penulis buku API (Application Program Interface) Pemilu, Harun Husein berpendapat, terputusnya aplikasi dan para pembuat aplikasi pada satu pemilu ke pemilu berikutnya karena memang belum dihubungkan. Selain belum ada momen pemilu yang berulang, belum juga ada pengkondisian menghubungkan antara pemilu eksekutif satu dengan pemilu eksekutif berikutnya.

“Momen pemilunya memang belum berulang. Misal Pemilu Legislatif 2014 dulu, kita belum lagi ada pemilu legislatif. Tapi untuk aplikasi di Pemilu Presiden 2014, seharusnya bisa dihubungkan untuk jadi inspirasi di pilkada dan dilanjutkan di berikutnya,” jelas Harun.

Apa yang diharapkan itu memungkinkan terwujud. Sebagai lembaga nasional, tetap, dan mandiri KPU menerima usulan Perludem untuk melestarikan program API KPU. MOU kerjasama KPU dan Perludem ditandatangani untuk berlaku 5 tahun.

Ekosistem data di Indonesia telah mengkondisikan para pemangku kepentingan di pemilu dalam mensinergikan keterbukaan data pemilu. Komunitas open data dari pemerintah dan masyarakat sipil sebagai poros kehidupan bernegara menjadi salah satu aspek peningkatan integritas dan partisipasi pemilu Indonesia. []

USEP HASAN SADIKIN

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di usep.99@gmail.com.

Aplikasi “Sedanten” Juara 1 Pilkada Banten Apps Challenge 2016

Previous article

Polri Minta Dua Pengaturan di RUU Pemilu Diperbaiki

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *