Berita

Tak Ada Dapil Khusus Luar Negeri Tanda DPR Kurang Representatif

0

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta tak menambah jumlah kursi dalam menjawab masalah kurang representatif. Pengalokasi ulang lebih menjawab kebutuhan representasi salah satunya dengan membuat dapil khusus luar negeri yang jumlah kursinya diambil dari 560 kursi DPR, bukan ditambah.

“Salah satu gambaran kurang representatifnya kursi DPR saat ini adalah tak adanya dapil khusus luar negeri,” kata peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik Pratama dalam diskusi di kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta Selatan (29/5).

Heroik menjelaskan, ada dua cara untuk menjawab belum representasinya DPR terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Pertama, dengan kesesuaian proporsionalitas antara jumlah penduduk dan kursi.

“Berdasar data kependudukan, jumlah WNI di luar negeri jika disatukan setara dengan 9 kursi DPR,” kata Heroik.

Lalu Heroik melanjutkan, cara kedua menjawab representasi WNI di luar negeri dengan dapil khusus luar negeri berjumlah 3 kursi. Ini sesuai dengan ketentuan dibentukanya dapil baru dari pemekaran provinsi baru.

“Seperti Kalimantan Utara, yang jumlah penduduknya tak sesuai 3 kursi tapi karena minimal jumlah kursi dalam satu dapil adalah 3 (dan maksimal adalah 10), maka Kalimantan Utara dialokasikan 3 kursi,” jelas Heroik. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di usep.99@gmail.com.

DPR Harus Tambah Kualitas Bukan Kursi

Previous article

Rekrutmen Penyelenggara Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Profesionalitas dan Netralitas Harus Diutamakan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita