Berita

KPU Sediakan Ragam Alternatif Sikapi Belum Pastinya UU Pemilu

0

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyediakan ragam alternatif teknis penyelenggaraan Pemilu 2019 di tengah belum pastinya undang-undang pemilu. KPU akan membuat Rancangan Peraturan KPU (PKPU) berdasar undang-undang lama serta berdasar perkembangan dan kemungkinan dari dinamika RUU Pemilu.

“Rancangan PKPU ini kemungkinan akan kami sampaikan dalam konsultasi di DPR Juli nanti,” kata Ketua KPU Arief Budiman dalam penerimaan audiensi masyarakat sipil di KPU, Jakarta Pusat (19/6).

Arief menjelaskan, sikap itu merupakan tanda KPU tetap bekerja mempersiapkan penyelenggara Pemilu 2019 sebaik mungkin. Belum pastinya regulasi bukan berarti sikap KPU hanya menunggu.

Anggota KPU, Pramono Ubaid Tanthowi menginformasikan, KPU sudah membagi dua desk kerja penyelenggaraan pemilu. Desk pertama, Desk Pilkada 2018 untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak 171 daerah. Deks kedua, Desk Pemilu 2019 untuk penyelenggaraan pemilu presiden-wakil presiden yang diserentakan pemilu DPR, DPD, dan DPRD.

“Masing-masing desk menyertakan perangkat kerja kesekretariatan KPU,” ujar Pramono.

Anggota KPU lainnya, Wahyu Setiawan menekankan, ragam alternatif sikap KPU ini penting untuk menumbuhkan optimisme publik terhadap Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Di tengah pesta demokrasi yang bersamaan dan regulasi Pemilu 2019 yang belum pasti, penting bagi publik mengetahui bahwa teknis penyelenggaraan pemilu dipersiapkan dengan baik. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di usep.99@gmail.com.

KPU Terhambat Anggaran Memulai Tahapan Pemilu 2019

Previous article

Batasan Sumbangan Dana Kampanye Dinaikkan, Lebih Banyak Manfaat atau Mudharat?

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita