Berita

AMAN: Tahun Pemilu Penyelesaian Konflik Agraria Alami Kemunduran

0

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menilai pemilu dipenuhi akrobat politik dan kecurangan. AMAN menganggap Pemilu 2024 yang seharusnnya sebagai sarana kedaulatan rakyat untuk menentukan masa depan bangsa dengan demokratis tercoreng dengan runtuhnya supermasi hukum dan praktik tata kelola pemerintahan yang lekat dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme. AMAN memandang penyelesaian konflik agraria malah mengalami kemunduran.

“Hukum direkayasa sedemikian rupa demi melanggengkan dinasti politik. Hal ini menandakan demokrasi yang telah dibangun lebih dari dua dekade berada di tepi jurang otoritarianisme,” tulis AMAN dalam pernyataan tertulis (18/3).

AMAN menilia, dalam 10 tahun terakhir kondisi masyarakat adat, petani, buruh tani, nelayan dan perempuan semakin memburuk. Agenda-agenda pengakuan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak rakyat melalui pengakuan wilayah adat, penyelesaian konflik agraria dan pemulihan lingkungan mundur jauh ke belakang. Hal itu didukung dengan UU Cipta Kerja dan berbagai kebijakan di sektor agraria yang tidak melindungi dan memenuhi hak-hak rakyat yang telah dijamin oleh Konstitusi.

AMAN mencatat sejak 2014-2022 terjadi 301 kasus yang merampas 8,5 juta hektar wilayah adat dan mengkriminalisasi 672 jiwa warga masyarakat adat. Negara masih terus berwatak merampas dan menindas dengan skenario pengakuan hukum yang rumit, bertingkat-tingkat dan memisahkan proses pengakuan hak atas wilayah adat dari pengakuan masyarakat adat, bahkan mengecualikan wilayah-wilayah adat yang berkonflik dari pengakuan.

“Menegaskan bahwa Presiden Jokowi telah gagal menjalankan mandat konstitusi untuk menjalankan reforma agraria, mewujudkan keadilan ekologis, pemenuhan dan perlindungan hak masyarakat adat, petani, nelayan, perempuan, buruh, serta kelompok masyarakat lainnya,” tegas AMAN.

AJID FUAD MUZAKI
Ajid Fuad Muzaki adalah seorang peneliti di Perludem, berfokus pada isu pemilu, demokrasi, tata kelola politik, dan media. Ia aktif melakukan penelitian, advokasi, analisis kebijakan, dan studi media tentang berbagai isu strategis yang berhubungan dengan pembangunan demokrasi.

    In the Shadow of Hoaxes: Challenges to Democracy in the 2024 Election

    Previous article

    Walhi Anggap Penunjukan Pj Kepala Daerah Berpotensi Langgengkan Konflik Agraria

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita