Berita

Partisipasi Orang Muda Tak Berhenti di Bilik Suara

0

Memberikan suara dalam pemilu bukan akhir dari partisipasi politik orang muda. Setelah pemilu, pemerintah tetap perlu diawasi, kebijakan publik perlu dikritisi, dan kebebasan berpendapat perlu dijaga. Karena itu, keterlibatan generasi muda dibutuhkan untuk memastikan demokrasi berjalan dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivis hak asasi manusia Asfinawati mengatakan, pemuda sejak lama menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan politik, termasuk pada masa perjuangan kemerdekaan. Salah satu kekuatan orang muda, menurutnya, terletak pada kemampuan mengampanyekan gagasan dan menyebarkan kesadaran kepada masyarakat.

Asfin menilai, pemahaman mengenai politik perlu dibangun dengan menyadari bahwa politik berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Kebijakan pemerintah tidak hanya memengaruhi ruang publik, tetapi juga kehidupan pribadi warga negara. Karena itu, demokrasi tidak semestinya dipahami sebatas penyelenggaraan pemilu, melainkan juga sebagai upaya menjamin kebebasan individu.

“Kebebasan dalam demokrasi tidak cukup diwujudkan melalui hak untuk berkumpul. Warga negara juga harus memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat tanpa intervensi yang membatasi kebebasan tersebut, jelas Asfinawati dalam diskusi diskusi bertajuk “98 Tahun Sumpah Pemuda: Demokrasi, Partisipasi Politik, dan Gerakan Generasi Muda” di Universitas Atma Jaya Jakarta (27/10). 

Pandangan serupa disampaikan Campaigner KontraS, Muhammad Bima. Ia menilai, pemahaman masyarakat tentang demokrasi masih kerap terbatas pada pemilu, padahal terdapat berbagai ruang partisipasi lain yang memungkinkan warga terlibat dalam kehidupan demokratis. Bima juga menyoroti ketakutan yang dirasakan sebagian orang muda ketika berhadapan dengan tindakan negara. Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat generasi muda memilih diam. 

“Keberanian mengambil sikap dan menyampaikan pendapat diperlukan agar orang muda dapat terlibat dalam mengawal kehidupan demokrasi,” ujarnya. 

Semenatara itu Direktur Eksekutif Perludem, Heroik M. Pratama, menegaskan bahwa partisipasi politik orang muda perlu berlanjut setelah pemilu. Besarnya keterlibatan generasi muda sebagai pemilih pada Pemilu 2024 perlu diikuti dengan partisipasi dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan meminta pertanggungjawaban atas kebijakan publik.

Heroik mencontohkan pemanfaatan data sebagai salah satu cara bagi orang muda untuk mengawasi kinerja pemerintah. Akses terhadap informasi dan kemampuan mengolah data dapat membantu masyarakat menilai kebijakan serta memeriksa apakah pemerintah menjalankan tanggung jawabnya.

Ia juga menyinggung berbagai survei yang menunjukkan minat generasi muda untuk berpartisipasi dalam politik. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikembangkan menjadi keterlibatan yang berkelanjutan, bukan sekadar tercermin dalam angka partisipasi pemilih.

“Isu pemilu kerap dianggap elitis karena berkaitan dengan persoalan teknis dan regulasi. Padahal, aturan pemilu menentukan bagaimana kekuasaan diperoleh dan bagaimana masyarakat diwakili dalam proses politik. Karena itu, orang muda juga perlu memahami dan terlibat dalam pembahasan reformasi pemilu,” jelas Heroik. 

Lebih lanjut, Heroik menyebut ada beberapa praktik baik gerakan orang muda di sejumlah negara. Ia mencontohkan gerakan mahasiswa di Serbia yang disebutnya berhasil meraih kemenangan dalam pemilu sela. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa gerakan anak muda dapat berkembang menjadi kekuatan politik tanpa harus bertumpu pada satu figur pemimpin. []

AJID FUAD MUZAKI
Ajid Fuad Muzaki adalah seorang peneliti di Perludem, berfokus pada isu pemilu, demokrasi, tata kelola politik, dan media. Ia aktif melakukan penelitian, advokasi, analisis kebijakan, dan studi media tentang berbagai isu strategis yang berhubungan dengan pembangunan demokrasi.

    98 Tahun Sumpah Pemuda, Demokrasi Indonesia Butuh Suara Orang Muda

    Previous article

    Pendidikan Politik dan Kebebasan Berpendapat Jadi Tantangan Partisipasi Orang Muda

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita