Berita

Pilkada Apps Challenge 2016 Lanjutkan Tradisi Demokrasi Digital

0

Pilkada Banten Apps Challenge 2016 merupakan perlombaan aplikasi pemilu kelima di Indonesia. Diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten bersama Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), acara ini merupakan bentuk kelanjutan tradisi keterbukaan demokrasi digital di pemilu Indonesia.

Sebelumnya, empat perlombaan aplikasi digital pemilu yang diselenggarakan Perludem bersama KPU telah menciptakan relasi mutual dalam ekosistem keterbukaan data pemilu. Sebagai bagian dari Pemerintah, KPU terus berkomitmen dalam keterbukaan informasi dan data pemilu.

Dunia mengakui capaian keterbukaan pemerintahan di bidang kepemiluan itu dengan pemberian Silver Open Government Award kepada Perludem di Paris, Perancis (7/12). Open Government Partnership sebagai pemberi penghargaan menilai telah tercipta keterbukaan pemerintah yang didorong oleh Perludem sebagai representasi masyarakat sipil kepada KPU.

Direktur eksekutif Perludem, Titi Anggraini mengatakan, Pilkada Banten Apps Challenge 2016 yang diikuti 32 finalis hari ini memperlihatkan bahwa kelompok masyarakat yang bergerak di bidang teknologi juga punya kepedulian terhadap kepemiluan. Ini bukti pemilu bisa melibatkan para pihak yang selama ini kurang dijangkau atau dilibatkan dalam pelaksanaan pemilu.

Pilkada Banten Apps Challenge 2016 menjadi kelanjutan capaian keterbukaan pemerintah untuk masyarakat di bidang pemilu. 32 finalis yang daftarnya bisa dilihat pada link http://perludem.org/2016/12/13/pengumuman-32-finalis-pilkada-banten-apps-challenge-2016/ merupakan wujud dari inti dari pemerintahan demokratis, yaitu partisipasi.

Ketua KPU Banten, Agus Supriyatna mengatakan, sebagai penyelenggara pemilu KPU Banten berperhatian untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas Pilkada Banten 2016. Melibatkan pemilih muda yang akrab dengan teknologi digital untuk membuat aplikasi pemilu akan membuat Pilkada Banten menggembirakan dan mendidik. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang sejak Pemilu 2014 terlibat mengadvokasi keterbukaan data dan informasi pemilu serta menghubungkannya dalam ekosistem Open Government Indonesia dan Open Government Partnership/Global. Usep memimpin Tim Redaksi Rumahpemilu, menjamin informasi pemilu yang kredibel dan imparsial sehingga pernah dinominasikan mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Dalam advokasi undang-undang pemilu, ia terlibat merancang ketentuan hukum keterwakilan perempuan (Koordinator Sub-Komite) dan sistem pemilu bersama koalisi masyarakat sipil untuk kodifikasi undang-undang pemilu. Dalam isu demokrasi digital, Usep mengkoordinir koalisi masyarakat sipil dalam advokasi moderasi konten dan pemantauan media sosial. Sebelum di Perludem, lulusan Universitas Indonesia (2008) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (Beasiswa Munir Said Thalib, 2022) ini aktif dalam isu GEDSI (gender, equality, disability, and social inclusion) di Yayasan Jurnal Perempuan (2009–2012) dan Helen Keller International Indonesia (2012).

Demokrasi Agonistik

Previous article

Silver Open Government Award: Fruitful Synergy Between Civil Society Organization and KPU

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita