Berita

“Swara” Juara 1 Lomba Aplikasi Pilkada Jawa Tengah 2018

0

“Swara” menjadi Juara 1 “Apps Challenge Pilgub Jateng 2018” yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Dalam lomba yang diselenggarakan 6 Mei 2018, aplikasi karya Tim Gama Squad ini menyingkirkan 149 aplikasi lainnya.

“Saya bangga dengan generasi muda yang berinisiatif dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Termasuk generasi muda yang ikut Apps Challenge ini,” kata Komisioner KPU Jateng, Diana Ariyanti (6/5).

Dengan hasil ini, Gama Squad meraih hadiah uang tunai 20 juta rupiah. KPU Jateng pun mengapresiasi “Swara” sebagai aplikasi resmi Pilkada Jateng 2018. Swara Sang Juara akan disosialisasikan dalam pendidikan pemilih oleh KPU Jateng.

Swara berisi ragam fitur. Selain informasi pilkada Swara pun menyediakan permainan pilkada beserta fitur warga disabilitas.

“Semoga aplikasi ini digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah,” harap perwakilan Tim Gama Squad. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang sejak Pemilu 2014 terlibat mengadvokasi keterbukaan data dan informasi pemilu serta menghubungkannya dalam ekosistem Open Government Indonesia dan Open Government Partnership/Global. Usep memimpin Tim Redaksi Rumahpemilu, menjamin informasi pemilu yang kredibel dan imparsial sehingga pernah dinominasikan mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Dalam advokasi undang-undang pemilu, ia terlibat merancang ketentuan hukum keterwakilan perempuan (Koordinator Sub-Komite) dan sistem pemilu bersama koalisi masyarakat sipil untuk kodifikasi undang-undang pemilu. Dalam isu demokrasi digital, Usep mengkoordinir koalisi masyarakat sipil dalam advokasi moderasi konten dan pemantauan media sosial. Sebelum di Perludem, lulusan Universitas Indonesia (2008) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (Beasiswa Munir Said Thalib, 2022) ini aktif dalam isu GEDSI (gender, equality, disability, and social inclusion) di Yayasan Jurnal Perempuan (2009–2012) dan Helen Keller International Indonesia (2012).

Petahana Rawan Korupsi

Previous article

Aplikasi Pemilu Digital: Harapan Partisipasi Pemuda di Pilkada Jawa Tengah 2018

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita