Berita

KPU Berencana Lakukan Pendidikan Pemilih di Tempat Ibadah

0

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono, meminta penjelasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang sosialisasi di rumah ibadah. Sebab, kelompok agama merupakan salah satu segmen masyarakat yang perlu mendapatkan pendidikan pemilih.

“Kalau kemarin kan kampanye di rumah ibadah dilarang. Kalau sosialisasi, boleh gak?” tukas Soni pada rapat dengar pendapat di Senayan, Jakarta Selatan (22/8).

Anggota KPU, Wahyu Setiawan, menjawab bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih boleh dilakukan di tempat ibadah. Bahkan, KPU akan bekerja sama dengan Kementerian Agama  untuk memasukan materi pendidikan pemilih ke dalam khotbah jum’at.

“Jadi, nanti kalau ada muslim yang tidak menggunakan hak pilih dan bilang tidak mendapat pendidikan pemilih, dia bohong. Kita akan coba melakukan pendidikan pemilih lewat khotbah Jumat,” ujar Wahyu.

KPU akan memanfaatkan jaringan keagamaan untuk memperluas kegiatan pendidikan pemilih. Agama dan demokrasi tak bersebrangan.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email amaliyahsalabi@gmail.com.

    Wahyu Setiawan: Sosialisasi Kolom Kosong di Pilkada Calon Tunggal Juga Perlu

    Previous article

    KPU Canangkan Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita