Berita

Bawaslu Rekomendasikan Pembatalan Calon untuk Capub Kabupaten Jayapura Mathius Awoitau

0

Dinilai terbukti melakukan pelanggaran atas Pasal 71  ayat (2) Undang-Undang  (UU) No.10/2016, calon bupati (cabup) Kabupaten Jayapura nomor urut dua, Mathius Awoitau, terancam sanksi pembatalan calon. Mathius, sang petahana, dilaporkan oleh Godlief Ohee telah melakukan penggantian  pejabat di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura.

“Pada hari Jumat tanggal 15 September 2017, pelapor atas nama Godlief Ohee melaporkan kasus dugan pelanggaran terkait calon Bupati Kabupaten Jayapura nomor urut dua, Mathius Awoitau,” tulis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dalam rilis pers yang diterima rumahpemilu.org (22/9).

Bawaslu Provinsi Papua, yang melakukan pengawasan dan penanganan kasus pelanggaran setelah diberhentikannya Pengawas Pemilihan Bupati (Pilbup) Jayapura oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan (DKPP), bersama Bawaslu RI telah mengambil keputusan dalam rapat pleno (20/9) untuk merekomendasikan sanksi pembatalan calon terhadap Mathius kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura. KPU diharapkan melaksanakan rekomendasi Bawaslu guna memberikan pelajaran agar tak ada calon kepala daerah yang melakukan pelanggaran atas pasal yang sama.

“Melalui klarifkasi kepada terlapor, pelapor, dan saksi-saksi, kemudian dilakukan kajian secara komprehensif oleh Bawaslu RI terhadap pokok laporan yang dilaporkan, maka diambil keputusan untuk membatalkan cabup atas nama Mathius Awoitauw,” lapor Bawaslu.

Rekomendasi pembatalan dilakukan hanya  terhadap  cabup nomor   urut   dua   atas   nama   Mathius Awoitauw dan tidak ditujukan kepada calon wakil bupati  nomor urut dua. Adapun bunyi Pasal 71 ayat (2) yakni, gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan walikota atau wakil walikota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan, kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email amaliyahsalabi@gmail.com.

    Tiga Wewenang Baru Bawaslu Dinilai Modal bagi Pengawasan Pemilu ke Depan

    Previous article

    Putusan Bawaslu Kabupaten/Kota untuk Pelanggaran Administrasi Bersifat Final dan Mengikat

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita