Annisa Alfath joined Perludem in 2024 as a researcher. She earned her bachelor’s degree in Government and Political Science from Gadjah Mada University. Her work focuses on electoral politics, women in politics, and democratic inclusivity, while she is currently developing her interest in digital democracy. She actively writes articles and contributes to public knowledge production through books, podcasts, and videos on electoral issues. She also engages in international forums as part of her ongoing learning process and to broaden her perspective on democratic issues.
Wacana penerapan electronic voting atau e-voting kembali menguat dan menjadi perbincangan politisi di media akhir-akhir ini. Dorongan untuk mengkaji e-voting, termasuk bagi warga ...
Wacana kenaikan bantuan keuangan partai politik (banpol) menjadi hal yang terus diadvokasikan oleh partai politik. Secara prinsip, peningkatan banpol bukan gagasan yang keliru. ...
Indonesia ditegaskan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam UUD 1945. Kesatuan berarti kedaulatan tidak terpecah, tetapi bukan berarti seluruh urusan harus dipusatkan. UUD ...
Putusan Mahkamah Konstitusi No. 169/PUU-XXII/2024 kembali mengingatkan kita bahwa perjuangan keterwakilan perempuan tidak pernah selesai di Indonesia. Permohonan yang diajukan oleh Koalisi Perempuan ...
Ancaman kebebasan dalam media sosial semakin menguat pada konteks Pilkada 2024. Kali ini ancaman ditujukan kepada platform media sosial yang berdampak pada kebebasan ...
Representasi adalah urusan yang sangat penting jika berbicara tentang parlemen dan sistem pemilu. Dari sekian banyak model pemilu, Indonesia memilih menerapkan sistem proporsional ...