Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang sejak Pemilu 2014 terlibat mengadvokasi keterbukaan data dan informasi pemilu serta menghubungkannya dalam ekosistem Open Government Indonesia dan Open Government Partnership/Global. Usep memimpin Tim Redaksi Rumahpemilu, menjamin informasi pemilu yang kredibel dan imparsial sehingga pernah dinominasikan mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Dalam advokasi undang-undang pemilu, ia terlibat merancang ketentuan hukum keterwakilan perempuan (Koordinator Sub-Komite) dan sistem pemilu bersama koalisi masyarakat sipil untuk kodifikasi undang-undang pemilu. Dalam isu demokrasi digital, Usep mengkoordinir koalisi masyarakat sipil dalam advokasi moderasi konten dan pemantauan media sosial. Sebelum di Perludem, lulusan Universitas Indonesia (2008) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (Beasiswa Munir Said Thalib, 2022) ini aktif dalam isu GEDSI (gender, equality, disability, and social inclusion) di Yayasan Jurnal Perempuan (2009–2012) dan Helen Keller International Indonesia (2012).
“WIN-HT? Bersih, Peduli, Tegas!†Kalimat itu belakangan muncul berkala melalui program “Kuis Kebangsaan†di RCTI beserta calon legislator Partai Hanura yang status “calegâ€-nya ...
“Wah. Percuma mas. Sistemnya udah rusak. Siapa yang kepilih, sama aja.†Kalimat itu merupakan jawaban tukang ojek yang biasa mangkal di Tebet Timur ...
Saat demokrasi bermakna asli “dari, oleh, dan untuk rakyat†makin baik diterapkan melalui prosedur pemilu langsung, ternyata ada pihak yang tak setuju jika ...
Pemilu sebagai pesta demokrasi mengajak semua rakyat, tanpa kecuali, untuk memilih. Dalam pelaksanaan pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat ini setiap diri warga ...
Tulisan Ahmad Yani di Media Indonesia pada edisi 4 Juli 2013, harus diperdebatkan. Ada beberapa pendapat, yang substansinya disampaikan Yani secara tidak pas ...
Pemilu, demokrasi, hukum tata negara, dan antikorupsi jika pembahasannya disatukan akan menjadi “Saldi Isra”. Perhatiannya pada pemilu disampaikan dalam bentuk tulisan lintas bidang ...
Pramoedya Ananta Toer menuliskan tutur Raden Ajeng Kartini yang jengah terhadap patriarki feodal. “Panggil aku Kartini saja!” Tegas Kartini menggugat adat. Cukup sebut ...
Membicarakan tokoh alternatif dalam wacana kepemimpinan nasional, di luar “nama tua†dan internal partai, Anies Baswedan salah satunya. “Phd†dengan disertasi “Otonomi Daerah ...
“Keputusan Bawaslu mengenai penyelesaian sengketa Pemilu merupakan keputusan terakhir dan mengikat, kecuali keputusan terhadap sengketa Pemilu yang berkaitan dengan verifikasi Partai Politik Peserta ...
Lebih dari satu dekade pascareformasi, Indonesia belum mempunyai teknologi informasi pemilihan umum yang mapan. Pemilu 1999 TI belum berarti padahal Indonesia dipimpin “Bapak ...