April 6, 2026

USEP HASAN SADIKIN

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, alumnus Geografi FIMPA UI ini berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di usep.99@gmail.com.

Memilih Teknologi Pemilu Indonesia

Komisi Pemilihan Umum (KPU), International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA), dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengadakan diskusi meja bundar dengan pemangku kepentingan pemilu (20/9). Pemilu Indonesia sejalan tren dunia yang lebih banyak menggunakan sistem informasi tabulasi …

Read More »

Campaigning in Place of Worship

Act election campaign continued ban on houses of worship such as the electoral law then. The second revision of ignoring Article 69, concerning prohibited in the campaign. Thus, the prohibition in the 2017 election campaign still referring to the first …

Read More »

Sebab Bertambah Pilkada Bercalon Tunggal

Dari 101 daerah Pilkada Serentak 2017, ada enam yang bercalon tunggal. Bandingkan dengan 269 daerah Pilkada Serentak 2015 dengan tiga daerah bercalon tunggal. Meningkatnya jumlah pilkada bercalon tunggal disebabkan karena makin beratnya syarat pencalonan jalur perseorangan. Putusan Mahkamah Konstitusi yang …

Read More »

Desain Sistem Pemilu: Buku Panduan Baru International IDEA

Buku Panduan baru ini menyajikan teks inti yang dimutakhirkan, bahan-bahan segar mengenai proses pembaruan sistem pemilu, studi-studi kasus baru, dan beberapa subbagian tambahan mengenai isu-isu khusus seperti kualitas representasi, tantangan situasi pasca-konflik, dan penggunaan opsi-opsi demokrasi langsung. Ada juga daftar yang direvisi tentang sistem …

Read More »

Sumarno: Yang Dilarang Jika Menghina SARA

Regulasi penyelenggaraan Pilkada 2017 tak bertuliskan larangan mengkampanyekan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam pilkada. Undang-undang Pilkada (No.8/2015 dan No.10/2016) dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.12/2016 tentang Kampanye menekankan pelanggaran mengenai SARA jika terjadi penghinaan. Ketua Komisi Pemilihan …

Read More »

Menyegerakan Pembahasan RUU Pemilu

Indonesia akan mengukir sejarah pada 2019. Untuk pertama kalinya, Indonesia akan melaksanakan pemilu secara serentak untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Sejak pemilu pertama tahun 1955, pun sejak reformasi tahun 1999, belum pernah …

Read More »

Choosing Election Technology for Indonesia

The Election Commission (KPU), International Institute for Democracy and Electoral Assistance (International IDEA), and the Association for Election and Democracy (Perludem) held a conference with election stakeholders (09/20). Indonesia, like many other countries, mostly uses vote tabulation information system. It …

Read More »

Sistem Pemilu Ideal

Jika yang ideal ada, sistem pemilu ideal adalah sistem pemilu yang sesuai dengan pengalaman demokrasi dan pemilu tiap negara. Ideal di satu negara belum tentu ideal di negara lain. Amerika Serikat mungkin ideal dengan pemilu pluralitas(/mayoritas). Australia bisa jadi memang …

Read More »