Berita

DKPP Jadikan Kampus Mitra Strategis Perluasan Etika Pemilu

0

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bekerjasama dengan enam perguruan tinggi melakukan penelitian, pemaparan, dan publikasi etika pemilu. Kampus dinilai sebagai mitra strategis perluasan pemahaman etika pemilu.

“Apa yang kami lakukan selama lima tahun insya Allah sangat banyak manfaatnya buat ilmu pengetahuan dan demokrasi. Perguruan tinggi sangat strategis dalam penyebarluasan,” kata ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie dalam sambutan “Diseminasi Hasil Penelitian dan Kajian Etika Kerjasama DKPP dengan Perguruan Tinggi dan LIPI”, Nusa Dua, Bali (22/5).

Penelitian, pemaparan, dan publikasi etika pemilu bersama enam kampus menjadi salah satu aktivitas penutup DKPP 2012-2017. Riset seputar evaluasi kewenangan dan kinerja DKPP dan merekomendasikan sejumlah perbaikan untuk DKPP periode berikutnya.

Enam kampus ini adalah Universitas Udayana (Bali), Universitas Indonesia (Jakarta), Universitas Trisakti (Jakarta), Universitas Terbuka, Universitas Diponegoro (Semarang), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Banten).

Menurut Jimly, etika kepemiluan dan etika secara umum sudah seharusnya disebarluaskan ke masyarakat melalui perguruan tinggi. Selama ini, etika masih dianggap sebagai urusan privat dan belum dianggap sebagai kebutuhan mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita sedang membangun peradaban dari tahap ke tahap. Kita bangsa terbesar keempat di dunia dari segi penduduk. Semua kerjaan kita pahami sebagai buku. Mari menyumbang peradaban bagi bangsa dan negara,” tuturnya. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di usep.99@gmail.com.

Komisioner Bawaslu RI, Semangat Penguatan Lembaga Pengawasan Harus Dipahami Lebih Luas

Previous article

Donny Ardyanto: Bila KPU Serius Lakukan Verifikasi Partai Politik Peserta Pemilu, Banyak Partai Lama Tak Lolos Verifikasi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita