Berita

Perludem Adakan Kelas Virtual Pemilu

0

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengadakan “Kelas Virtual Pemilu Perludem”. Dalam kelas berkala ini Perludem akan menjelaskan dan mendiskusikan pemilu dan demokrasi dengan konsep-konsep dasar yang disajikan dengan isu-isu aktual.

“Kelas ini untuk diadakan untuk Sobat Perludem guna meningkatkan dan memperbaharui pemahaman tentang pemilu sebagai sarana demokrasi dan kedaulatan rakyat,” kata Perludem menjelaskan tujuan kelas virtualnya dalam publikasi media sosialnya.

Kelas Virtual Pemilu Perludem dilaksanakan secara berkala. Pembahasan dibagi dalam lima tema besar berikut:

  • Prinsip serta sejarah pemilu dan demokrasi;
  • Aktor pemilu;
  • Sistem pemilu;
  • Manajemen pemilu; dan
  • Hukum pemilu.

Kelas Virtual Pemilu Perludem akan dimulai pada Senin, 13 April 2020. Setelah itu rutin dilaksanakan setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Kelas berlangsung secara live online pada jam 11.00-12.00 WIB. Perludem merencanakan kelas ini berlangsung pada konteks work form home (WFH), menyikapi pandemik Coronavirus disease (Covid-19).

Para Sobat Perludem bisa mengikuti Kelas Virtual Perludem tanpa pungutan biaya (gratis). Cara mengikutinya, dengan mendaftar melalui link bit.ly/kelasvirtualperludem. Ada kuota 250 peserta dalam setiap sesinya. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang sejak Pemilu 2014 terlibat mengadvokasi keterbukaan data dan informasi pemilu serta menghubungkannya dalam ekosistem Open Government Indonesia dan Open Government Partnership/Global. Usep memimpin Tim Redaksi Rumahpemilu, menjamin informasi pemilu yang kredibel dan imparsial sehingga pernah dinominasikan mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Dalam advokasi undang-undang pemilu, ia terlibat merancang ketentuan hukum keterwakilan perempuan (Koordinator Sub-Komite) dan sistem pemilu bersama koalisi masyarakat sipil untuk kodifikasi undang-undang pemilu. Dalam isu demokrasi digital, Usep mengkoordinir koalisi masyarakat sipil dalam advokasi moderasi konten dan pemantauan media sosial. Sebelum di Perludem, lulusan Universitas Indonesia (2008) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (Beasiswa Munir Said Thalib, 2022) ini aktif dalam isu GEDSI (gender, equality, disability, and social inclusion) di Yayasan Jurnal Perempuan (2009–2012) dan Helen Keller International Indonesia (2012).

Menyela Politisasi Abadi UU Pemilu

Previous article

Kelas Virtual Pemilu Perludem Membludak

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita