Berita

KPU Bandung Bangun “Bale Pinter Pemilu”

0

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung membangun Bale Pinter Pemilu. Bale Pinter Pemilu ini selain menyediakan fasilitas edukasi bagi ragam segmentasi: gender, marginal, keagamaan, disabilitas, pemula, dan pra pemula.

“Kantor KPU Kabupaten Bandung sudah mendahului KPU Provinsi Jawa Barat dengan mulai mengakomodir aksesibilitas bagi para pemilih penyandang disabilitas,” kata Bupati Bandung, Dadang M. Naser, usai meresmikan Bale Pintar Pemilu di Jalan Sindang Wargi, Kecamatan Soreang, Rabu (19/4).

Bale Pintar Pemilu merupakan sebuah konsep pendidikan bagi pemilih yang dilakukan melalui penayangan audio visual, ruang pamer, ruang simulasi, ruang diskusi, dan media lainnya. Secara lebih luas konsep rumah pintar pemilu dapat difungsikan sebagai museum khusus pemilu.

Menurut Ketua KPU Bandung, Agus Hasbi Noor, Bale Pintar Pemilu merupakan program nasional yang anggarannya berasal dari pusat. KPU RI dan Provinsi memberikan keleluasaan untuk mengisi materi kekhasan daerah masing-masing. Ketua KPU Bandung berharap, Bale Pinter menjadi peningkat partisipasi masyarakat di Pemilu yang akan datang.

“Bale Pinter Pemilu bukan sekedar menampilkan informasi saja. Baik itu berbentuk display, digital atau yang lainnya. Tapi harapan kami, nanti dapat digunakan untuk tempat pertemuan dan mendiskusikan hal-hal untuk kemajuan demokrasi di Kabupaten Bandung,” kata Agus. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang sejak Pemilu 2014 terlibat mengadvokasi keterbukaan data dan informasi pemilu serta menghubungkannya dalam ekosistem Open Government Indonesia dan Open Government Partnership/Global. Usep memimpin Tim Redaksi Rumahpemilu, menjamin informasi pemilu yang kredibel dan imparsial sehingga pernah dinominasikan mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Dalam advokasi undang-undang pemilu, ia terlibat merancang ketentuan hukum keterwakilan perempuan (Koordinator Sub-Komite) dan sistem pemilu bersama koalisi masyarakat sipil untuk kodifikasi undang-undang pemilu. Dalam isu demokrasi digital, Usep mengkoordinir koalisi masyarakat sipil dalam advokasi moderasi konten dan pemantauan media sosial. Sebelum di Perludem, lulusan Universitas Indonesia (2008) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (Beasiswa Munir Said Thalib, 2022) ini aktif dalam isu GEDSI (gender, equality, disability, and social inclusion) di Yayasan Jurnal Perempuan (2009–2012) dan Helen Keller International Indonesia (2012).

Pemilu Serentak Digelar 17 April 2019

Previous article

Usulan Anggaran Pilkada 2018 Melonjak

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita