Berita

LBH Jakarta Bentuk “Jakarta Kritis” 2017-2022 Siapapun Gubernurnya

0

Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) mengajak warga bergabung menjadi “Jakarta Kritis”. Komunitas ini menyikapi dinamika politik bukan berdasarkan pilihan kepada pasangan calon melainkan hak asasi manusia segala dimensi. Dengan mengedepankan pembelaan kepada hak publik, Jakarta Kritis bersikap bukan saja soal penentuan pilihan di hari Pemungutan Suara tapi juga menjaga pemerintah Jakarta 2017-2022, siapapun yang terpilih.

“Jika kamu adalah warga Jakarta yang kritis, tidak memisahkan antara hak sipol dan ekosob, bukan simpatisan maupun tim sukses masing-masing pasangan calon apalagi anggota parpol, ikut memilih maupun yang memutuskan golput, silahkan daftarkan diri kamu ke http://www.bantuanhukum.or.id/web/formulir-jakartakritis/,” begitu ajakan LBH Jakarta dalam portalnya.

LBH Jakarta menjelaskan, Jakarta Kritis merupakan sebuah wadah bagi warga Jakarta yang kritis akan kotanya. Bertujuan menguatkan warga dan untuk mengawal pemenuhan Hak Asasi Manusia di Jakarta siapapun Gubernur yang terpilih pada Pilkada 2017 nanti.

Dengan bergabung di #JakartaKritis kamu bisa mendapatkan informasi terkini mengenai isu-isu di Jakarta. Dan juga kamu bisa ikut berpartisipasi dalam memutuskan bagaimana pembangunan kota Jakarta seharusnya, baik berupa pendapat maupun tindakan tanpa berkaitan dengan partai atau paslon manapun.

Partisipasi pemilih Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama merupakan partisipasi pemilih tertinggi sepanjang pemilihan kepala daerah langsung diberlakukan di DKI Jakarta. Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta melansir pemilih Putaran Pertama Pilkada DKI 2017 sebanyak 77,1 % padahal sebelumnya pemilih Pilkada DKI selalu di bawah 70%.

Polarisasi massa berdasar pilihan pasangan calon yang berpotensi konflik diharapkan Jakarta Kritis bisa berkurang dengan pemahaman tak memisahkan hak sipil dengan hak ekosob (ekonomi , sosial, dan budaya). Tinggi partisipasi memilih dan partisipasi lain di Pilkada DKI Jakarta 2017 penting menjadi modal soliditas warga untuk menjaga pemerintahan 2017-2022 melayani hak warga. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang sejak Pemilu 2014 terlibat mengadvokasi keterbukaan data dan informasi pemilu serta menghubungkannya dalam ekosistem Open Government Indonesia dan Open Government Partnership/Global. Usep memimpin Tim Redaksi Rumahpemilu, menjamin informasi pemilu yang kredibel dan imparsial sehingga pernah dinominasikan mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Dalam advokasi undang-undang pemilu, ia terlibat merancang ketentuan hukum keterwakilan perempuan (Koordinator Sub-Komite) dan sistem pemilu bersama koalisi masyarakat sipil untuk kodifikasi undang-undang pemilu. Dalam isu demokrasi digital, Usep mengkoordinir koalisi masyarakat sipil dalam advokasi moderasi konten dan pemantauan media sosial. Sebelum di Perludem, lulusan Universitas Indonesia (2008) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (Beasiswa Munir Said Thalib, 2022) ini aktif dalam isu GEDSI (gender, equality, disability, and social inclusion) di Yayasan Jurnal Perempuan (2009–2012) dan Helen Keller International Indonesia (2012).

Empat Belas Ahli Hukum Tata Negara Desak MA Batalkan Sumpah Pimpinan DPD Ilegal

Previous article

RUU Pemilu, Momentum untuk Kembalikan Maruah DPD

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita