Berita

Pilkada Banten Apps Challenge untuk Lawan Tren Menurun Pemilih

0

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), serta Universitas Multimedia Nusantara bekerjasama menyelenggarakan Pilkada Banten Apps Challenge 2016. Diselenggarakan pada 17 Desember 2016, lomba aplikasi digital berhadiah total 32 juta rupiah ini bertujuan untuk melawan tren menurun pemilih di pilkada.

“Generasi saat ini adalah generasi yang kebutuhan teknologinya sangat besar. Jadi apps challenge ini adalah perlombaan yang akan menjadi kebutuhan relevan voters,” kata Komisioner KPU RI, Sigit Pamungkas pada pembukaan Pilkada Banten Apps Challenge 2016 di Kantor KPU Banten, Serang (11/11).

Berdasarkan pengalaman KPU dan Perludem, kerjasama penyelenggaraan lomba aplikasi pemilu digital mampu mendorong partisipasi pemilu sebelum dan saat pemungutan suara. Hadiah puluhan juta dan gawai mampu menarik partisipasi generasi digital.

“Kami ingin suasana Pilkada Banten yang fun dan mendidik,” kata Ketua KPU Banten, Agus Supriyatna.

Menurut Agus, Pilkada Serentak 2015 di beberapa kabupaten di Banten partisipasi pemilihnya cukup rendah. Rata-rata pemilihnya 56â„…. Diduga pemilih muda jadi salah satu segmen pemilih yang rendah berpartisipasi karena belum mendapatkan layanan informasi pemilu yang sesuai.

“Kabupaten Serang, menjadi daerah terendah dengan 50,37% pemilih,” tambah Agus.

Angka partisipasi pemilih itu menurun jauh dibanding Pemilu 2014. Di Pemilu Presiden 2014, pemilih di Banten ada 70%. Di Pemilu Legislatif 2014, ada 72%.

Pilkada Banten Apps Challenge 2016 merupakan lomba aplikasi pemilu kelima di Indonesia. KPU sebelumnya mengadakan lomba serupa di Pileg 2014, Pilpres 2014, Pilkada 2015 oleh KPU, dan Pilkada Kota Surabaya 2015 oleh KPU Kota Surabaya. []

whatsapp-image-2016-11-10-at-9-11-47-am

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di usep.99@gmail.com.

Kaderisasi Partai Perlu Jadi Pertimbangan Sistem Pemilu

Previous article

Jika Electoral College Diterapkan di Pilpres Indonesia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita