Berita

Kelas Virtual Pemilu Perludem Membludak

0

Peserta Kelas Virtual Pemilu (KVP) Perludem membludak. Kelas pemilu live online yang diselenggarakan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokasi (Perludem) ini berkapasitas 250, tapi banyak calon peserta yang sudah tak bisa ditampung.

“Pendaftar KVP membludak. Perludem akan menyediakan macam-macam layanan untuk bisa menjawab kebutuhan peserta itu,” kata pengelola Kelas Virtual Pemilu Perludem, Mardiansyah (12/4).

Menurut Mardiansyah, Kelas Virtual Pemilu Perludem menggunakan fasilitas googlemeet akun email Yayasan Perludem (@perludem.org). Googlemeet bisa diikuti oleh pemilik akun gmail apapun, tapi maksimal hanya 250 orang. Linknya di http://bit.ly/kelasvirtualperludem

“Jika lebih dari 250 orang, Googlemeet bisa melayani live streaming dengan hak melihat dan mendengar, tanpa bersuara aktif. Tapi, ini hanya berlaku bagi pemilik akun gmail @perludem.org,” jelas Mardiansyah.

Banyak calon peserta yang bertanya mengenai kebutuhan kelas. Menyikapi ini, Perludem melakuan cara dan macam-macam layanan. Perludem akan mengevaluasi komitmen peserta dan mengulang pendaftaran bagi peserta lain.

Perludem pun akan merekam keberlangsungan kelas dalam format audio-visual dan audio, sehingga bisa tetap mengikuti versi tundanya. Format audio-visual akan Perludem unggah di akun Youtube Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi. Format audio akan Perludem unggah di akun Spotify (Gratis dan Premium) Bincang Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi. []

Informasi Kelas Virtual Pemilu Perludem:

Perludem Adakan Kelas Virtual Pemilu

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di [email protected].

Perludem Adakan Kelas Virtual Pemilu

Previous article

Salah Paham Pemilu 1.1: PPS vs KPPS, Beda Nama Lain Tugas

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita