Berita

Koalisi Pemilu dan Demokrasi Internasional Mengutuk Pembunuhan Mohammad Yousuf Rasheed

0

Koalisi organisasi pemilu dan demokrasi internasional mengutuk pembunuhan pemantau pemilu dan advokat demokrasi Mohammad Yousuf Rasheed di Afghanistan. Melalui rilis yang dipublikasikan Asian Network for Free Elections (Anfrel) pada 24 Desember 2020, Koalisi mendesak pihak berwenang untuk mengadili pihak yang bertanggungjawab atas aksi pembunuhan tersebut.

Rasheed ditembak saat perjalanan ke kantornya pada pagi hari (23/12) di Kabul, Afghanistan, oleh orang-orang bersenjata tak dikenal. Direktur eksekutif The Free and Fair Election Forum of Afghanistan (FEFA) ini, meninggal dunia di rumah sakit karena luka tembaknya.

Koalisi berpendapat, pembunuhan dan ancaman kekerasan yang terus berkelanjutan bertujuan untuk menciptakan ketakutan dan intimidasi terhadap kelompok yang mempromosikan perdamaian dan demokrasi di Afganistan. Dalam beberapa bulan terakhir, pembunuhan terencana dan ancaman terhadap tokoh-tokoh terkemuka, termasuk aktivis masyarakat sipil, jurnalis, dan politisi semakin meningkat.

Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) mencatat sudah 934 korban sipil yang disebabkan oleh pembunuhan yang ditargetkan sejak Januari hingga September 2020. Angka ini meningkat 39 persen dibandingkan periode tahun lalu.

Koalisi mengutuk kejahatan keji ini dan mendukung rakyat Afghanistan dalam mendukung aspirasi mereka untuk perdamaian dan demokrasi yang berkelanjutan. Penting bagi Pemerintah Afganistan untuk melakukan penyelidikan yang adil dan tidak memihak atas kasus-kasus ini dan mengakhiri kekebalan hukum dari mereka yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Koalisi terdiri dari 21 organisasi masyarakat sipil lintas negara. 21 organisasi ini adalah: 1. Asia Democracy Network (AND); 2. Asian Network for Free Elections (ANFREL); 3. Center for Monitoring and Research (CeMI); 4. Centre for Monitoring Election Violence (CMEV), Sri Lanka; 5. Centre for Policy Alternatives (CPA), Sri Lanka; 6. Citizen Congress Watch (CCW), Taiwan; 7. Civil Network OPORA, Ukraine; 8. Coalition for Clean and Fair Elections (Bersih 2.0), Malaysia; 9. Committee for Free and Fair Election (COMFREL), Cambodia; 10. European Network of Election Monitoring Organizations (ENEMO); 11. Free and Fair Election Network (FAFEN), Pakistan; 12. Global Network of Domestic Election Monitors (GNDEM); 13. Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Indonesia; 14. National Election Observation Committee (NEOC), Nepal; 15. Nepal Law Society, Nepal; 16. Neutral & Impartial Committee for Free & Fair Elections in Cambodia (NICFEC), Cambodia; 17. People Network for Elections in Thailand (P-NET), Thailand; 18. People’s Alliance for Credible Elections (PACE), Myanmar; 19. People’s Action for Free and Fair Elections (PAFFREL), Sri Lanka; 20. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (PERLUDEM), Indonesia; 21. Transparency Maldives (TI Maldives), Maldives. []

Foto: Anfrel.org

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang sejak Pemilu 2014 terlibat mengadvokasi keterbukaan data dan informasi pemilu serta menghubungkannya dalam ekosistem Open Government Indonesia dan Open Government Partnership/Global. Usep memimpin Tim Redaksi Rumahpemilu, menjamin informasi pemilu yang kredibel dan imparsial sehingga pernah dinominasikan mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Dalam advokasi undang-undang pemilu, ia terlibat merancang ketentuan hukum keterwakilan perempuan (Koordinator Sub-Komite) dan sistem pemilu bersama koalisi masyarakat sipil untuk kodifikasi undang-undang pemilu. Dalam isu demokrasi digital, Usep mengkoordinir koalisi masyarakat sipil dalam advokasi moderasi konten dan pemantauan media sosial. Sebelum di Perludem, lulusan Universitas Indonesia (2008) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (Beasiswa Munir Said Thalib, 2022) ini aktif dalam isu GEDSI (gender, equality, disability, and social inclusion) di Yayasan Jurnal Perempuan (2009–2012) dan Helen Keller International Indonesia (2012).

Misteri Kekuasaan OLEH HASYIM ASY’ARI

Previous article

Langgengnya Rivalitas Penyelenggara Pemilu

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita