Berita

Ini 12 Besar Peserta Pilkada Banten Apps Challenge 2016

0

Sebelum para juara Pilkada Banten Apps Challenge 2016 ditentukan, Dewan Juri memilih 12 besar dari 32 peserta. Dalam perlombaan aplikasi pemilu yang diselenggarakan di Universitas Multi Media Nusantara pada 17 Desember 2016 ini, 12 besar peserta akan lanjut ke Babak Presentasi untuk ditentukan 5 tim juara.

12 besar peserta terdiri dari ragam format dan konten aplikasi. Selain aplikasi informasi pasangan calon Pilkada Banten 2017, terdapat juga games pemilu, dan layanan pemilih penyandang disabilitas.

Satu per satu, dari 12 peserta itu akan melakukan presentasi di depan Dewan Juri dan pengunjung acara. Presentasi berisi penjelasan konten dan fungsi aplikasi. Setelah presentasi, tiap peserta akan melalui tanya jawab oleh Dewan Juri untuk pendalaman konten dan fungsi aplikasi.

Dewan Juri terdiri dari Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah; Anggota KPU Provinsi Banten, Didih M. Sudih; Deputi Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati; Dosen Universitas Multimedia Nusantara, Indiwan; Penulis Buku API Pemilu, Harun Husein; dan Jurnalis Kompas, Antony Lee.

Berikut daftar 12 besar peserta Pilkada Banten Apps Challenge 2016 yang diurutkan berdasarkan abjad:

1. Banten Memilih;

2. Debus;

3. Maju-maju Pilkada;

4. Next Generation;

5. Nyok Blos;

6. Pilkada Banten 2017;

7. Pilkada Banten B (AWCOM);

8. Pilkasmart;

9. Scratch Quiz;

10. Sedanten;

 

11. Sim Balon;

12. Sitami.

12 tim tersebut akan dipilih 5 tim juara. Dewan Juri akan menentukan Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1, dan Harapan 2. Total hadiah yang diperebutkan adalah uang tunai Rp 32 juta. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di [email protected].

Silver Open Government Award: Fruitful Synergy Between Civil Society Organization and KPU

Previous article

Ini Daftar 5 Juara Pilkada Banten Apps Challenge 2016

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita