Berita

Masalah DPT Pilkada DKI Lebih Soal Tinggi Ekspektasi

0

Masalah daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada DKI Jakarta 2017 baik putaran 1 dan 2 lebih karena soal terlalu tingginya ekspektasi pemangku kepentingan pemilu, khususnya pasangan calon serta tim sukses dan pemilih. DPT Pilkada Serentak 2017 di 101 daerah berkeadaan sama malah Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta sudah sangat terbuka dan tinggi komitmen dalam melayani pemilih dan pasangan calon.

“Betul ada masalah DPT tapi sifatnya kasuistis skala kecil. Jadi, salah jika disimpulkan sebagai masalah yang terstruktur, masif, dan sistematis,” kata direktur eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini kepada rumahpemilu.org (18/4).

Bagi Titi, para pihak yang menyimpulkan masalah DPT bersifat terstruktur, masif, dan sistematis tak berdasar baik. Dampaknya bukan membangun dan memperbaiki keadaan penyelenggaraan pemilu melainkan membentuk ketakpercayaan dari masyarakat kepada KPU DKI Jakarta.

Titi menjelaskan, DPT semua daerah berpilkada bersumber dari data yang sama, yaitu Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) dan Daftar Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2). Data ini diberikan Kementerian Dalam Negeri kepada KPU di awal penyelenggaraan pilkada.

“Data itulah yang jadi rujukan KPU provinsi dan kabupaten/kota dalam menyusun DPT. Jadi kualitas DPT semua daerah relatif sama,” kata Titi. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di [email protected].

Netizen Perempuan Jauh dari Perbincangan Pilkada DKI

Previous article

Fitnah SARA Lebih Berpengaruh Dibanding Politik Uang

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita