Berita

260 Perempuan Calon Anggota Bawaslu di 25 Provinsi Lolos Tahap Administrasi

0

Dari 1.609 peserta yang lolos tahap administrasi seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di 25 provinsi, 260 orang di antaranya adalah perempuan. Di sepuluh provinsi, jumlah perempuan calon anggota Bawaslu provinsi memprihatinkan.

Di Riau, hanya ada 8 perempuan calon. Jawa Tengah 8. Kalimantan Timur 6. Sulawesi Barat 4. Sulawesi Tengah 5. Sulawesi Utara 8. Nusa Tenggara Barat 2. Maluku Utara 4. Maluku 6. Papua Barat 8.

Sementara itu, jumlah perempuan calon di tiga provinsi cukup banyak, yakni Sumatera Selatan 19, Jawa Timur 29, dan Kalimantan Selatan 17. Jumlah kesleuruhan peserta di Sumatera Selatan adalah 115, Jawa Timur 164, dan Kalimantan Selatan 64 orang.

Komisioner Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, dalam diskusi “Keterwakilan Perempuan di Penyelenggara Pemilu (28/7), mengatakan bahwa Bawaslu RI menginginkan adanya perempuan di setiap lembaga pengawas. Pasalnya, kehadiran perempuan di lembaga penyelenggara pemilu mempengaruhi penyelenggaraan pemilu. Perempuan diharap mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan integritas.

“Kita mendorong angka keterwakilan perempuan selalu terpenuhi di setiap tahap seleksi. Tapi, kalau angka keterwakilan perempuan tercapai pada waktu pendaftaran saja dan tidak sampai jadi anggota, sia-sia usaha kita,” kata Ratna di Menteng, Jakarta Pusat.

Ratna mengakui bahwa Bawaslu RI belum melakukan pelatihan terencana untuk perempuan calon anggota Bawaslu. Namun, kegiatan itu akan diupayakan guna menjamin tersedianya perempuan calon anggota Bawaslu yang berkualitas dan berintegritas di setiap daerah.

“Memang belum karena kami terbatas soal waktu. Lalu, media apa yang mau kita lakukan dalam waktu yang terbatas dan jumlah yang sangat banyak? Tapi ke depannya ini memang harus dilakukan,” tutup Ratna.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email [email protected].

    Animo Masyarakat di Seleksi Bawaslu Provinsi Cukup Ramai

    Previous article

    Perludem Mendapatkan Penghargaan LSM KPU DKI 2017

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita