Berita

KPPI Beri Penghargaan kepada Sebelas Tokoh Perempuan Politik Indonesia

0

Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) memberikan penghargaan kepada sebelas tokoh perempuan politik yang berasal dari sebelas partai politik. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kerja di bidang pendidikan politik, pemberdayaan perempuan, dan perbaikan kehidupan politik berbangsa dan bernegara yang telah dilakukan.

“KPPI memberikan KPPI Award kepada sebelas orang terpilih. Semoga dengan penghargaan ini, akan muncul lebih banyak perempuan-perempuan yang mau bergerak untuk politik yang lebih baik,” kata Ketua Umum KPPI, Dwi Septiawati Djafar, pada acara “Perayaan Ulang Tahun KPPI ke-17” di Slipi, Jakarta Barat (8/9).

Salah satu penerima penghargaan, Sri Rahayu, tokoh perempuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengatakan bahwa perempuan Indonesia mesti menyadari pentingnya berperan aktif atau peduli pada politik. Politik membawa perubahan, dan perempuan perlu menjadi bagian dari perubahan.

“Perempuan di masyarakat belum tahu urusan politik. Tidak tahu bahwa itu membawa dampak besar bagi perubahan bangsa ini. Ini jadi kewajiban kita semua,” tegas Rahayu.

Sepuluh perempuan lainnya yang menerima penghargaan yakni Ulla Nurachwaty, politisi Partai Golongan Karya (Golkar); Melani Leimana Suhardi, politisi Partai Demokrat; Ida Fauziah, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); Euis Fety Fatayati, politisi Partai Amanat Nasional (PAN); Irma Suryani Chaniago, politisi Partai NasDem; Lena Maryana Mukti, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dewi Andriyani, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Aisyah Natsir, politisi Partai Bulan Bintang (PBB), Soemintarsi Moentoro, politisi Partai Golkar, dan Wirianingsih, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email [email protected].

    Dilema Peningkatan Subsidi Parpol

    Previous article

    Konsolidasi Jadi Kunci Hadapi Verifikasi

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita