Berita

Menginovasi Sosialisasi Pilkada Banten 2017

0

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten mengelola sosialisasi Pilkada 2017 dengan beberapa inovasi. KPU mengadakan Kursus Singkat Kepemiluan untuk menyasar lima segmen kelompok masyarakat, yakni umum, mahasiswa, profesional, organisator, dan pegiat pemilu..

“Para relawan memberikan output yang baik untuk KPU Banten. Mereka banyak memberikan masukan dan inovasi sosialiasi Pilkada, seperti menyebarkan poster sosialisasi yang menarik, mengadakan diskusi untuk pemilih pemula dan masyarakat umum, lomba pembuatan aplikasi pemilu Banten, dan banyak lagi,” kata Ketua KPU Banten, Agus Supriyatna, pada diskusi “Perkembangan Pilkada Banten dan Sosialisasi Pilkada Banten Apps Challenge 2017” di Menteng, Jakarta Pusat (21/11).

KPU Banten juga menggelar program lomba Banten Apps Challenge untuk menyasar segmen pemilih pemula yang akrab dengan teknologi. Agus menjelaskan, lomba ini mencoba mentransformasi data terbuka yang dimiliki KPU menjadi sebuah aplikasi yang mudah digunakan oleh anak muda. Sebagai contoh, salah satu kategori ini adalah kategori “games” yang diharapkan mampu merangsang kreativitas dan imajinasi anak muda untuk mengolah data menjadi sebuah permainan yang menarik melalui bahasa pemrograman.

“Banten ini tingkat partisipasinya terendah ketiga se-Indonesia. Terutama di Serang, tingkat partisipasi hanya 50,37 persen. Kami harus kerja keras dan berinovasi untuk mencapai target partisipasi 77,5 persen,” tukas Agus.

Penyelenggaraan Kursus Singkat Kepemiluan tidak hanya diadakan di provinsi Banten, tetapi di seluruh provinsi di Indonesia. Relawan demokrasi diharapkan menjadi tangan panjang KPU untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat akan pentingnya pemilu dan demokrasi yang berkualitas.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email [email protected].

    Tingkat Partisipasi Pemilu di Banten

    Previous article

    Penghuni Rumah Sakit di Banten Tak Perlu Khawatir Kehilangan Hak Pilih

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita