Berita

Tiga LSM Pemilu Mendapat Bawaslu Award

0

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan penghargaan untuk empat lembaga swadaya masyarakat (LSM). Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), dan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) atas kontribusi pengawasan Pilkada 2017 dalam acara “Bawaslu Award”, Jakarta (11/4).

Bawaslu Award merupakan ajang penghargaan dan apresiasi kepada pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pemilu di bidang pengawasan. Bawaslu Award 2017 mengkhususkan pada penilaian keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Pilkada 2017.

Kontribusi pengawasan terbaik dari masyarakat sipil itu merupakan satu dari banyak kategori penghargaan. Kategori terbaik lain di antaranya adalah Penyelesaian Sengketa, Penanganan Pelanggaran, Sosialisasi dan Pengawasan Partisipatif, Hubungan Antar Lembaga dan Humas, Pengelolaan Administrasi/Pembukuan Dana Hibah.

Pihak pemerintah yang masuk dalam pemangku kepentingan pengawasan pemilu juga mendapat penghargaan. Di antaranya Kementrian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Kementerian Dalam Negeri, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian, Kejaksaan Agung, Komisi Pemilihan Umum, Komisi Aparatur Sipil Negara, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat.

Ada juga penghargaan kepada sejumlah kedutaan besar negara atas keterlibatannya. Bawaslu Award kategori ini diberikan kepada Kedutaan Besar Republik Argentina, Republik Tunisia, Finlandia, dan India. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di [email protected].

KPU RI Periode 2012-2017 Resmikan Operation Room

Previous article

Three NGOs Receive Bawaslu Award

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita