Berita

Disabilitas Mental di Panti Laras Ikut Memilih

0

Penghuni Panti Sosial Bina Laras turut memberikan suara pada gelaran Pemilu 2019. Terdapat total tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bina Laras, yakni TPS No.22, No.126, No.127, dan No.128. Total pemilih disabilits mental pada empat TPS tersebut yakni 466 pemilih.

“Ada empat TPS di Panti Sosial Bina Laras. Satu di sini, tiga di atas. Jumlahnya 537 (penghuni), tapi pemilihnya 466,” ujar Satuan Pelaksana (Satpel) Pembinaan Sosial Panti Sosial Bina Laras (PSBL), Budiman AS, di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3, Jakarta Barat (17/4).

Budiman mengatakan bahwa disabilitas mental yang memberikan hak pilih adalah mereka yang telah pulih. Di Panti Laras, tak ada disabilitas mental dengan tingkat keparahan tinggi.

“Pemilih di Panti Laras sudah ada rekomendasi dokter. Karena, mereka ini setiap hari mengkonsumsi obat. Jadi, kalau sudah ada di sini, sudah dianggap pulih,” tandas Budiman.

Budiman mengaku para pemilih disabilitas antusias memberikan hak pilih. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memberikan sosialiasi Pemilu 2019 beserta peserta pemilu, dan telah dilakukan simulasi pemungutan suara pada Selasa (16/4).

“Mereka antusias. Mereka bilang kami mau memilih, gitu. Jadi, berjalan baik saja sejauh ini. Lancar saja karena memang sudah simulasi dari kemarin pagi sampai sedetil mungkin. KPU juga sudah memberikan sosialiasi,” ucapnya.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email [email protected].

    ARIEF BUDIMAN | Pembuktian Keberlanjutan Citra Positif KPU

    Previous article

    Tantangan Presidensial Hasil Pemilu Serentak: Koalisi Mayoritas Tinggi Fragmentasi

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita