Berita

Kasus Covid 19 di 9 Pilkada Provinsi Meningkat Melampaui 100%

0

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa kasus Covid 19 di sembilan provinsi penyelenggara pemilihan gubernur, meningkat dari 26.407 ke 54.084 kasus di masa kampanye (lebih dari 100%).  Melalui rilis pada 24 November 2020 ini, Komnas HAM merekomendasikan Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu tetap memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan publik dalam layanan hak pilih dan dipilih di Pilkada 2020.

Provinsi Sumatera Barat jadi provinsi dengan pemilihan gubernur-wakil gubernur yang paling banyak ditemukan kasus Covid 19. Sumatera Barat punya 18.593 kasus Covid 19 di masa kampanye per 23 November 2020. Sebelum masa kampanye, Sumatera Barat punya 5363 kasus.

Sedangkan provinsi dengan pemilihan gubernur-wakil gubernur yang paling banyak mengalami peningkatan kasus Covid 19 adalah Provinsi Sulawesi Tengah. Sebelum masa kampanye, Sulawesi Tengah hanya punya 354 kasus Covid 19. Di masa kampanye per 23 November 2020, Sulawesi Tengah punya  1514 kasus Covid 19, atau meningkat lebih dari 400%.

Komnas HAM memberikan sejumlah rekomendasi. Pertama, harus ada koordinasi KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dengan gugus tugas COVID-19 dan dinas kesehatan di daerah dalam mengantisipasi potensi dan dampak penyebaran COVID-19 di masa kampanye dan pemungutan suara.

Kedua, semua pihak melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Untuk memaksimalkan pengawasan dan penerapan sanksi yang tegas diperlukan peran dan dukungan satuan tugas pendisiplinan terhadap kerja pengawasan oleh Bawaslu RI dilapangan. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di [email protected].

Harapan Kaum Muda terhadap Calon Pemimpin di Pilkada Serentak 2020

Previous article

Bawaslu Atasi Hoax Melalui Ragam Kanal Pelaporan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita