Berita

Ketua DKPP Usul DKPP Tangani Pelanggaran Etik Peserta Pemilu

0

Kualitas penyelenggaraan pemilu mesti ditingkatkan, salah satunya yakni melalui penguatan etika. Tak hanya etika penyelenggara pemilu, tetapi juga etika peserta pemilu. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilih (DKPP) dinilai butuh ditransformasi menjadi Dewan Etik Penyelenggaraan Umum (DEPU).

“Bukan hanya etika penyelenggara pemilu yang mesti dijaga, tapi juga etika peserta pemilu karena peserta inilah sumber iblisnya. Kita kan ingin  pemilu menghasilkan pejabat-pejabat publik yang bisa diandalkan. Jadi, penyelenggaraan pemilu tak boleh lepas dari etika,” kata Ketua DKPP, Jimly Asshidiqqie, pada acara “Seminar Nasional AIPI, Pemilu Serentak 2019” di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta (27/4).

Peserta pemilu, kata Jimly, mesti ditundukkan pada aturan main, terutama aturan etika. Tak semua pelanggaran tepat diselesaikan secara hukum dan sanksi hukum tak selalu memberikan efek jera.

“Hukum itu ada batasnya, banyak kekurangannya. Hukum bebannya terlalu berat. Penjara sudah penuh, banyak yang over kapasitas,” tukas Jimly.

Jimly mengusulkan agar pelanggaran etik oleh peserta pemilu diberikan sanksi tegas, misalnya diskualifikasi. Sanksi diskualifikasi lebih ditakuti daripada sanksi hukum berupa hukuman penjara.

“Hukum tidak mungkin bisa tegak kalau kehidupan bersama kita tidak beretika. Etika politik, etika pemilu, ini harus jadi pegangan untuk menjamin terciptanya pemilu yang berintegritas,” tutup Jimly.

 

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email [email protected].

    Mendagri: Kenapa Masyarakat Cenderung Skeptis pada Partai?

    Previous article

    Ketua DKPP: Kami Telah Berhentikan Lebih dari 400 Komisioner

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita