Berita

Mendagri: E-KTP Sudah Lebih dari 96 persen, Pramono Ubaid: Cepat Tuntaskan!

0

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan bahwa perkembangan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP telah mencapai lebih dari 96 persen atau sekitar 178,5 juta penduduk pada 2017. Ia menargetkan paling lambat Januari 2018, telah ada 184 juta penduduk yang merekam e-KTP.

“Masalah KTP ini  selalu ada karena setiap tahun ada di atas satu setengah juta remaja yang mengajukan e-KTP. Pada prinsipnya, kami sudah mempersiapkan data dan meminta daerah, termasuk masyarakat, untuk pro aktif merekam datanya, ” kata Tjahjo pada acara Peluncuran IKP Pilkada 2018 di Hotel Grand Syahid, Sudirman, Jakarta Selatan (28/11).

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid, dalam status facebooknya mempersoalkan sengkarut e-KTP. Ia menilai, sejak Undang-Undang No.10/2016 menjadikan e-KTP sebagai syarat hak untuk memilih, e-KTP menjadi beban KPU. Padahal, e-KTP merupakan urusan Pemerintah.

“Ketika e-KTP dijadikan syarat hak pilih, maka persoalan yang membelit e-KTP akan berimplikasi pada meningkatnya beban pemilu kita. Karena itu, dalam Pilkada 2017 lalu, muncul beberapa persoalan. Misalnya, tuduhan banyaknya suket (surat keterangan) palsu. Ini beban non-elektoral yang menambah beban bagi KPU,” tulis Pramono (28/11).

Pramono memprediksi permasalahan seputar daftar pemilih di 2017 terjadi kembali di Pilkada 2018. Ia berharap, persoalan e-KTP segera dituntaskan.

“Biarlah soal korupsinya ditangani KPK. Namun, soal perekaman data kependudukan dan penyediaan blangko e-KTP merupakan tanggungjawab Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” tutup Pramono.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email amaliyahsalabi@gmail.com.

    Pilkada Serentak 2018 di 171 Daerah, Polri: Kiriman BKO Hampir Tak Mungkin

    Previous article

    Arif Rahman Hakim: Managing Elections in Indonesia Is Not As Easy As It Seems

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita