Berita

Pegiat Pemilu Buat Petisi “Tunda Pilkada ke 2021”

0

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat membuat petisi penundaan pungut hitung pilkada. Dengan tajuk “Keselamatan dan Kesehatan Publik Terancam, Tunda Pilkada ke 2021” dalam situs petisi change.org, para pegiat/peniliti dari organisasi pemilu dan demokrasi menolak pembuat kebijakan yang menginginkan pungut hitung pilkada pada Desember 2020 karena wabah Virus Corona belum mereda.

“Sampai saat ini kurva kasus positif Covid-19 masih terus meningkat. Petisi ini cara lain yaitu mengumpulkan aspirasi bahwa pilkada tidak seharusnya tetap dilakukan dengan kualitas yang menurun,” kata Hadar Nafis Gumay dari Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) mewakili koalisi (27/5).

Anggota lain dalam koalisi, Dahlia Umar dari Network for Indonesian Democratic (Netfid) menguatkan penjelasan Hadar. Menurut Ketua KPU DKI dalam Pilkada DKI 2012 ini, petisi “Tunda Pilkada ke 2021” menjadi pilihan cepat memperluas kesadaran dan dukungan publik untuk menolak pelaksanaan pungut hitung pada Desember 2020.

“Petisi ini pun penting ditandatangani para penyelenggara pemilu. Sakit dan kematian bisa langsung mengancam anggota KPU dan Bawaslu dengan para petugas di lapangan,” ujar Dahlia.

Selain Netgrid dan Netfid, anggota Koalisi untuk Pilkada Sehat pembuat petisi adalah Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas (PUSaKO FH Unand), Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Rumah Kebangsaan, Komite Pemantau Parlemen (Kopel), Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Pusat Pemilihan Umum Akses (PPUA) Disabilitas, dan lainnya. Urgensi petisi dikuatkan dengan adanya surat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk KPU yang meminta pelaksanaan pungut hitung pilkada pada Desember 2020. []

Bergabung dalam petisi:

https://www.change.org/p/kpu-keselamatan-dan-kesehatan-publik-terancam-pilkada-2020-ditunda-dulu-janganpilkadadulu?utm_content=cl_sharecopy_22378986_id-ID%3Av1&recruiter=1093310145&utm_source=share_petition&utm_medium=copylink&utm_campaign=share_petition

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di usep.99@gmail.com.

Pilkada Serentak Lanjutan Dimulai 15 Juni 2020

Previous article

Gugus Tugas Covid-19 Minta KPU Laksanakan Pungut Hitung Pilkada Desember 2020

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita