Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai peningkatan kualitas kaderisasi partai politik menjadi salah satu kunci meningkatkan kepercayaan publik. Peneliti Perludem, Annisa Alfath, mengatakan partai politik perlu menghadirkan kader-kader terbaik sebagai calon pemimpin, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, kualitas kandidat memiliki pengaruh besar terhadap minat masyarakat untuk menggunakan hak pilih.
“Meskipun ambang batas pencalonan sudah diturunkan, masih banyak daerah yang menghadirkan calon tunggal dalam pilkada. Hal ini menunjukkan lemahnya kaderisasi dan seleksi kandidat oleh partai politik,” ujar Annisa di Jakarta, (3/12).
Selain itu, Annisa menekankan pentingnya memperkuat integritas dan efektivitas penyelenggaraan pemilu melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), partai politik, hingga para kandidat.
“Kepercayaan masyarakat terhadap integritas dan efektivitas proses politik harus diperkuat agar pemilih merasa bahwa partisipasi mereka benar-benar bermakna untuk perubahan,” katanya.
Menurut Annisa, peningkatan partisipasi pemilih harus dipandang sebagai agenda multidimensi yang tidak hanya bertumpu pada perubahan regulasi, tetapi juga mencakup perbaikan kualitas kandidat serta penguatan kepercayaan publik terhadap proses politik secara keseluruhan. Karena itu, ia mendorong reformasi penyelenggaraan pemilu melalui revisi Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada yang disertai dengan pembenahan sistem kaderisasi partai politik. []











Comments