Berita

333 Laki-Laki Daftar Panwaslih di Sumsel, Bawaslu Tunggu Partisipasi Perempuan

0

Masa rekrutmen Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) untuk Pilkada Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Pilkada Bupati/Walikota di sembilan kabupaten/kota di Sumsel, serta Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) telah memasuki hari ke empat. Per 20 Juni 2017, pendaftar yang telah menyerahkan berkas mencapai 370 orang.

Dalam rilis pers yang diterima oleh Rumah Pemilu, 370 orang pendaftar terdiri dari 333 laki-laki dan 37 perempuan. Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel, Andika Pranata Jaya, mengatakan bahwa meningkatnya partisipasi perempuan pada seleksi Panwaslih merupakan pertanda baik untuk kemajuan demokrasi di Bumi Sriwijaya.

“Meski demikian, bila dilihat dari sebaran pendaftar perempuan, kita masih belum puas. Semoga saja di sisa hari pendaftaran, masih banyak perempuan yang ikut mendaftar. Jadi keterlibatan semua pihak akan terjadi dengan setara,” kata Andika (20/6).

Andika mengapresiasi sosialisasi yang telah dilakukan oleh Bawaslu Sumsel sehingga kuota pendaftar terpenuhi. Masa pendaftaran yang berakhir pada 23 Juni 2017 pukul lima sore tak perlu diperpanjang. Masyarakat Sumsel yang masih berkeinginan untuk mendaftar dipersilakan untuk segera menyerahkan berkas administrasi.

“Kalau ada yang mau mendaftar, segera saja datang. Nanti panitia akan memberitahukan kekurangannya sehingga pendaftar bisa melengkapi sebelum berakhirnya masa pendaftaran. Jadi, agar lebih efektif buat pendaftar yang datang dari daerah,” kata Andika.

Informasi lengkap mengenai syarat pendaftaran dan formulir pendaftaran dapat  diaksses melalui www.bawaslusumsel.net atau datang langsung ke Sekretariat Tim seleksi di Kantor Bawaslu Sumsel, Jalan OPI Raya, Jakabaring Palembang.  Sekretariat dibuka mulai pukul delapan pagi hingga tiga sore.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email [email protected].

    Presidential Threshold Nol Persen Penting Agar Presiden Tak Tersandera Partai

    Previous article

    Pengesahan RUU Pemilu Molor karena Kesalahan Managerial Pembahasan

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita