Berita

Migrant Care Desak Pansus UU Pemilu Alokasikan Kursi ke Dapil Luar Negeri

0

Migrant Care mendesak Panitia Khusus Undang-undang Pemilu mengalokasikan kursi ke daerah pemilihan (Dapil) khusus luar negeri. Lembaga perlindungan buruh migran ini menilai penambahan kursi Dewan Perwakilan Rakyat dari 560 jadi 575 jadi bermakna representatif jika menyertakan pembentukan Dapil khusus luar negeri.

“Pansus RUU Pemilu DPR-RI harus berani mengalokasikan kursi yang mewakili buruh migran dan diaspora Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo dalam rilis (15/6).

Menurut Wahyu, Dapil khusus luar negeri merupakan konsekuensi perbaikan DPR sebagai lembaga perwakilan. Dengan mengakomodasi pembentukan Dapil khusus luar negeri yang terpisah dari Dapil DKI Jakarta II berarti aspirasi dan representasi buruh migran dan diaspora Indonesia benar-benar tercermin.

“Warga negara Indonesia yang berada di luar negeri yang menjadi pemilih saat ini hanya bisa menikmati hak politik untuk memilih, namun belum memiliki hak untuk dipilih,” tambah Wahyu Susilo.

Wahyu menjelaskan, mengakomodasi suara buruh migran dan diaspora Indonesia membuat Pemilu dan Demokrasi Indonesia lebih berkualitas dan tak meninggalkan mereka ya selama ini dilupakan (No One Left Behind).

Jumlah WNI di luar negeri yaitu, 6,5 juta orang dan setiap tahun menyumbang remitansi tak kurang dari 100 trilyun rupiah. Namun ironisnya hingga saat ini, mereka tidak bisa mengartikulasi ekspresinya sebagai entitas politik di parlemen. []

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di [email protected].

Pansus RUU Pemilu Sepakati Distribusi Lima Belas Kursi Tambahan

Previous article

Anggaran Jadi Kunci

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita