Berita

Pilkada DKI Jakarta 2017: 87 TPS Tak Mulai Tepat Waktu

0

Berdasarkan hasil pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, 9,3 persen dari 940 atau sekitar 87 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tak dibuka tepat pukul tujuh pagi. Penyebabnya, Panitia Pemungutan Suara (PPS) tak hadir di TPS tepat waktu. Kasus terlambatnya PPS terjadi di TPS 17 Kelurahan Batuampar, TPS 5 Kelurahan Kayuputih, dan TPS 14 Kelurahan Menteng Atas.

“Ini aneh. Kenapa bisa PPS datang terlambat? Padahal, dia gak ada masalah transportasi. Semua TPS di Jakarta itu mudah diakses,” kata Koordinator Nasional JPPR, Masykurudin Hafidz, di Pegangsaan, Jakarta Pusat (15/2).

Penyebab lain dari terlambatnya pembukaan TPS yakni, logistik yang belum selesai dipersiapkan pada pukul tujuh pagi dan terlambatnya saksi pasangan calon (paslon). Kasus ini terjadi di TPS 32 Kelurahan Kayuputih, TPS 23 di Kelurahan Batuampar, TPS 25 Kelurahan Jembatan Lima, TPS 21 di Kelurahan Keramat Pela, dan TPS 21 Kelurahan Lagoa.

“Nah, di tiga TPS terakhir yang kami sebutkan, terlambat dibuka karena saksi paslon datang terlambat. Padahal, semestinya kalau saksi belum datang, mau gak mau ya pukul tujuh harus dimulai,” jelas Masykur.

JPPR berharap pada putaran kedua PPS dan saksi paslon datang ke TPS tepat waktu. PPS mesti sigap menyiapkan logistik agar kasus terlambatnya pembukaan TPS tak terulang.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email [email protected].

    Pilkada Banten dan Jakarta: Pemilih Terdata di Form Pemutakhiran Tapi Tak Terdaftar di DPT

    Previous article

    Banyak Pemilih Tak Bisa Gunakan Hak Suara, Sosialisasi KPU DKI Jakarta Kurang Maksimal

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita