Berita

Vote “API Pemilu” di Kompetisi #CivicTech4Democracy!

0

Applications Program Interface (API) Pemilu oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengikuti “Civic Tech for Democracy” dari Uni Eropa. Warganet diharapkan banyak memilih API Pemilu melalui https://civictech4democracy.eu/project/apis-election-api-pemilu/ agar capaian Pemilu Indonesia ini lebih menginspirasi dunia dalam teknologi keterbukaan data demokrasi.

“Ayo buka link-nya, VOTE, lalu share sebanyak-banyaknya. Agar API Pemilu dan Indonesia bisa memenangi kompetisi ini,” kata Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini (1/8).

API Pemilu adalah inovasi teknologi yang menyediakan data dan informasi pemilu Indonesia dalam bentuk Open Data Format. Melalui Open Data Format, diharapkan akan terwujud transparansi, akuntabilitas, dan penguatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu Indonesia.

Melalui API Pemilu, Perludem bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa menyelenggarakan kompetisi aplikasi digital pemilu. Dari kompetisi ini lahirlah aplikasi digital pemilu yang bisa digunakan di gawai dan komputer personal (PC). Di antaranya adalah aplikasi info peserta pemilu seperti Orangbaik.org sehingga pemilih tak kebingungan mencari informasi dan memahami peserta pemilu yang jumlahnya ribuan.

Data pemilu berformat API pun amat berguna tak hanya dalam keterbukaan dan kemudahan akses data tapi juga pengembangannya. Masyarakat bisa langsung mengembangkan informasi kepemiluan berformat digital seperti penjagaan hasil suara pemilu bahkan untuk yang sifatnya hiburan seperti games pemilu.

#CivicTech4Democracy merupakan program EU4Democracy Uni Eropa dikelola di Brussels, Belgia. Pada 2018, UE memilih untuk mengedepankan inisiatif warga yang telah menggunakan teknologi baru untuk mempromosikan dan mendukung demokrasi. API Pemilu yang dipilih warganet salah satu inisiatif warga Indonesia yang menjadi peserta. []кисточки косметические

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, Usep berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di [email protected].

Tak Ada Keterwakilan Perempuan di Tiga KIP Kabupaten/Kota di Aceh, SPKP Akan Gugat SK KPU ke PTUN

Previous article

Potret Keterpilihan Perempuan di Pilkada 2018, Fenomena Demokrasi yang Stagnan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita