Berita

Di Tahun Politik, Kedaulatan Pemilih Harus Lebih Powerfull

0

Pada diskusi bertajuk “Kedaulatan Pemilih di Tahun Politik” yang diadakan oleh Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Koordinator Nasional (Kornas) JPPR, Sunanto, menekankan pentingnya rakyat mengimplementasikan kedaulatan politik yang dimilikinya di tahun politik. Banyak tahapan krusial penentu demokrasi dan kesejahteraan Indonesia di masa mendatang, yang tak boleh luput dari kontrol dan kehendak rakyat.

“Masyarakat ini harus sadar akan kedaulatannya agar masyarakat tak hanya menjadi objek dari proses politik yang dilakukan partai. Penyelenggara harus memastikan kedaulatan pemilih hadir di semua tahapan pemilu, termasuk pasca pemilu,” tegas Nanto di Kafe Ruang Tengah, Gondangdia, Jakarta Pusat (5/1).

Nanto menandaskan bahwa banyak proses pemilu yang tak memberikan ruang bagi pengejawantahan kedaulatan rakyat. Sebagai contoh, tahap pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari pusat hingga kabupaten/kota dan pencalonan presiden-wakil presiden, partai tak memberikan akses kepada publik untuk ikut menentukan calon pemimpin.

“Di tahap pencalonan ini, yang ada hanya kedaulatan partai dimana hegemoni ketua partai lebih besar daripada publik. Yang dilakukan hanya target penetuan caleg (calon legislatif) dan capres (calon presiden) berdasarkan survey. Tapi apakah survey untuk kedaulatan pemilih?” ujar Nanto.

Nanto mendorong agar publik aktif berpartisipasi di semua tahapan pemilu. Bagi masyarakat yang mungkin menghadapi pilkada calon tunggal, memastikan kampanye yang seimbang antara kampanye calon dengan kampanye kotak kosong adalah hal penting dalam demokrasi elektoral.

AMALIA SALABI
Pegiat rumahpemilu.org, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Perempuan lulusan Sejarah Universitas Indonesia ini berobsesi menguatkan literasi kepemiluan Indonesia yang tak lepas dari sejarah. Menjadi Presiden Gerakan Intelektual Muda Indonesia (2016-sekarang) dan pengurus Forum Islam Progresif (2018), ia berkeyakinan Islam Indonesia bisa sesuai dengan prinsip kehidupan bernegara demokrasi. Amel biasa berkomunikasi melalui media sosial dan email [email protected].

    Akan Mendaftar di Pilkada 2018, Partai Politik Harus Perhatikan Aturan Ini

    Previous article

    Arief Budiman: KPU Menjaga Kedaulatan Rakyat di Tahap Kepemiluan

    Next article

    You may also like

    Comments

    Leave a reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    More in Berita